Tugas 1

 

Lihat versi PDF


TUGAS 1

RISET INFORMATIKA

 

 



 

OLEH :

NAMA : MOHALIM RIZAL KADAMONG

NIM : 210211060138

 

 

 

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SAM RATULANGI

MANADO

2024



DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI. 1

A.    PERBEDAAN TOPIK DAN JUDUL.. 2

1.     Topik. 2

2.     Judul 4

B.     TIGA JUDUL YANG SESUAI DENGAN KOMPETENSI. 8

C.    PENJELASAN RISET INFORMATIKA BESERTA JENIS-JENISNYA.. 9

1.     Penjelasan Riset Informatika. 9

2.     Jenis-jenis Riset / Penelitian. 9

DAFTAR PUSTAKA.. 12

 


A.   PERBEDAAN TOPIK DAN JUDUL

1.     Topik

Topik adalah suatu isu atau pokok persoalan yang sifatnya masih umum dan abstrak, pada dasarnya merupakan pokok pembicaraan dalam keseluruhan tulisan yang digarap dan sebagai landasan yang dapat dipergunakan oleh seorang penulis untuk menyampaikan maksudnya.

 

Aktivitas menulis tidak mungkin dilakukan tanpa topik. Oleh karena itu, kegiatan pertama yang harus dilakukan pada tahap pra penulisan ialah memilih topik. Misalnya, isu mengenai Akuntansi, ini adalah topiknya, yang tentunya masih bersifat umum, permasalahan Akuntansi dalam hal apa masih belum jelas, oleh karenanya tadi dikatakan bahwa topik masih bersifat umum dan abstrak. Sehingga langkah selanjutnya untuk membuat karya tulis ilmiah setelah diketahui topiknya, adalah pembatasan topik, kemudian menentukan tema dan judul.

 

Dengan demikian dapat juga dikatakan bahwa judul merupakan perwujudan spesifik dari topik. Banyak hal yang dapat dipergunakan sebagai sumber untuk penentuan topik, di dalam memilih topik karya ilmiah harus dipertimbangkan hal-hal berikut ini:

1)    Topik harus bermanfaat dan layak dibahas. Bermanfaat berarti bahwa pembahasan topik tersebut akan memberi sumbangan bagi pengembangan ilmu dan profesi, serta layak dibahas, dan sesuai dengan bidang yang ditekuni.

2)    Topik dikenal baik, berarti topik yang dipilih harus topik yang dikuasai atau diketahui penulis sendiri. Sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiahnya dikuasai penulis.

3)    Topik cukup menarik, terutama bagi penulis. Topik yang demikian dapat memotivasi penulis berusaha secara kontinu mencari data yang berguna dalam membahas masalah yang dihadapi dan memotivasi penulis menyelesaikan masalah karya ilmiahnya secara baik. Bagi pembaca, topik yang demikian mengandung minat untuk membacanya.

4)    Bahan yang diperlukan untuk pembicaraan topik dapat diperoleh dan cukup memadai. Artinya sumber-sumber bahan yang relevan dan memadai dapat diperoleh, baik dari perpustakaan pribadi penulis maupun dari perpustakaan yang ada di daerah atau kota penulis.

5)    Tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Topik yang terlalu luas seperti laut, pendidikan, pelayaran, tidak memberi kesempatan kepada penulis untuk membahasnya secara mendalam. Apalagi jika panjang karya ilmiah dibatasi. Sebaliknya bila topik terlalu sempit, maka sifatnya terlalu khusus, tidak dapat digeneralisasi, sehingga tidak banyak gunanya bagi pengembangan ilmu (Sanggup, 2015: 22).

6)    Topik yang dipilih sebaiknya: (a) Tidak terlalu baru, topik yang terlalu baru memang menarik untuk ditulis, akan tetapi seringkali penulis mengalami hambatan dalam memperoleh data kepustakaan yang akan dipakai sebagai landasan atau penunjang. Data kepustakaan yang diperoleh mungkin terbatas pada berita dalam surat kabar atau majalah populer; (b) Tidak terlalu teknis. Karangan yang terlalu teknis kurang dapat menonjolkan segi ilmiah. Tulisan semacam ini biasanya bersifat sebagai petunjuk tentang bagaimana tata cara melakukan sesuatu, tanpa mengupas teoriteori yang ada; (c) Tidak terlalu kontroversial. Suatu tulisan yang mempunyai topik kontroversial menguraikan hal-hal diluar hal yang menjadi pendapat umum. Tulisan semacam ini sering menimbulkan permasalahan bagi penulisnya.

Topik yang terlalu umum atau luas yang tidak sesuai dengan kemampuan penulis untuk membicarakannya, dapat dibatasi ruang lingkupnya. Hal ini dilakukan agar penulis tidak hanyut dalam suatu persoalan yang tidak habis-habisnya dan dapat menulis dengan suatu tujuan khusus. Proses pembatasan topik ini dapat dipermudah dengan cara membuat diagram jam, diagram pohon atau dengan cara membuat piramid terbalik (Sanggup, 2015: 28).

Di bawah ini adalah salah satu contoh dari diagram pemilihan dan pembatasan topik penulisan karya ilmiah atau penelitian dalam bidang ilmu ekonomi, khususnya keilmuan Akuntansi.

 

2.     Judul

Judul adalah perincian atau penjabaran dari topik. Judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.

 

Penulisan judul penelitian biasanya sudah dirumuskan setelah perumusan masalah penelitian atau batasan dan penentuan masalah yang akan diteliti. Judul penelitian dalam hal ini memiliki beberapa pengertian diantaranya :

1)    Judul merupakan format kesimpulan (summary form), isi dari seluruh penelidikan.

2)    Judul merupakan kerangka referensi (frame of reference) untuk keseluruhan tesis atau skripsi.

3)    Judul merupakan milik kita sebagai peneliti dan oleh karenanya kita dapat mengklaimya.

4)    Judul memungkinkan peneliti-peneliti lain (sebagai referensi) untuk kemungkinan mensurvei teori.

Judul penelitian merupakan pencerminan dari tujuan peneitian. Oleh karena itu tujuan penelitian di rumuskan dari masalah penelitian, atau dengan kata lain tujuan penelitian itu merupakan jawaban sementara dari pertanyaan-pertanyaan penelitian, maka judul penelitian mencereminkan masalah penelitian.

Ada para ahli berpendapat bahwa sebaiknya judul penelitian ditulis dengan selengkap mungkin sehingga dengan membaca judul dapat diketahui kehendak peneliti. Sebaliknya ada pendapat para ahli lain yang berpendapat bahwa judul penelitian sebaiknya sesingkat mungkin. Jika pembaca ingin tahu apa yang dimaksud lebih lanjut maka harus membaca penjelasan dibagian lain. Judul penelitian yang lengkap mengandung komponen :

1)    Sifat dan jenis penelitian

2)    Objek penelitian

3)    Subjek penelitian

4)    Tempat/lokasi/daerah penelitian

5)    Tahun/waktu penelitian atau peristiwa.

Penulisan judul pada dasaranya harus jelas dan spesifik. Konsep-konsep utama harus dimasukan. Variabel-variabel yang akan diseldiki harus masuk pada judul penelitian. Dari pemaparan ini dapat di tarik garis besar tentang ciri-ciri judul penelitian.

1)    Judul penelitian harus memuat kalimat atau kata yang jelas maknanya dan spesifik.

2)    Judul merupakan kata kunci dari konsep penelitian yang akan dilakukan dan dalam judul harus memuat variable yang akan diteliti.

3)    Barker dan Schutz (1972) menyarankan agar panjang judul maksimum 20 kata substantif, kata fungsi tidak turut dihitung, artinya judul dibuat singkat dan menghilangkan kata-kata yang tidak perlu.

4)    Judul penelitian digunakan sebagai pegangan peneliti untuk menetapkan variabel yang akan diteliti, teori yang digunakan, instrument penelitian yang dikembangkan, teknik analisis data, serta kesimpulan.( Sugiyono. 2009) 

Dari judul penelitian yang dipilih, maka konsep pemahaman judul penelitian harus mengandung unsur sebagai berikut :

1)    Pemilihan judul penelitian terhindar dari perangkaian kalimat yang membingungkan dan mempersulit penyusunan konsep penelitian.

2)    Berdasarkan asumsi terhadap penomena yang dikritisi serta dalil yang dikemukakan maka judul penelitian yang dipilih telah menggabarkan secara jelas posisi variabel-variabel yang di jadikan objek kajian, dan terungkap juga kejelasan konsep gagasan yang tercakup dalam judul penelitian itu.

3)    Dengan judul penelitian yang di pilih maka konsep gagasan yang di aktualisasikan menjadi sangat jelas yaitu pengujian hipotesis melalui rangkaian rumus-rumus statitik dalam rangka pengkajian hubungan kausalitas diantara variabel X (antecendent) denga variabel Y (konsekuensi).

4)    Dengan konsep gagasan terasebut maka standar penggunanan metode penelitian juga mejadi lebih jelas, karena prosedurdan tata cara pengujian hpotesis suszah jelas dan berlaku universal.

5)    Dengan konsep gagasan yang terkandung dalam judul penelitian yang demikian itu, maka hasil penelitian layak dianggap sebagai suatu inovasi ilmu pengetahuan yang berbasis pada kajian empirik. Dan bila inovasi ilu pengetahuan itu (hasil pengujian hipotesis) di kembangkan dengan pendekatan analisis deskriptif yang konsepsional, maka hasil peneltian yang demikian itu layak di anggap sebagai suatu teori baru yang pantas di jadikan rujukan.

6)    Dengan judul penelitian yang di pilih maka dapat diketahui perbedaan di antara penyusunan karya ilmiah yang di dasarkan pada uji hipotesis dengan penyusunan karya ilmiah yang tidak di dasarkan pada uji hipotesis. Perbedaan dimaksud adalah bahwa hasil penelitian yang di dasarkan pada uji hipotesis dapat memberika teori baru (theory = konsep pemikiran yang ideal akan sesuatu) serta memberikan juga ilmu pengetahuan (knowlegue = realitas/gambaran faktual) tentang berbagai hal yang dijadikan objek penelitian, sedangkan hasil penelitian yang tidak di dasarkan pada uji hipotesis tidak memberikan teori barukarena hanya memberikan ilmu pengetahuan tentang berbagai hal yang di jadikan objek penelitian. Pengertian dari konsep baru yang di maksud terkemas dalam konsep operasional variabel penelitian (definisi konseptuai, dimensi kajian dan indikator penelitian) serta penerapan analisis deskriptif konseptual dalam proses pembahasan hasl penelitian. Konsep operasional teresebut dapat menjadi konsep pemikiran ideal bila dilanjutkan dengan analisis deskruptf kondeptual, yaitu pembahasan hasil penelitian atau hasil analisis kuantitatif yang di kembangan menurut konsep operasional variabel penelitian dan relevansikan dengan data dilapangan atau teori – teori yang di jadikan rujukan.


  

B.   TIGA JUDUL YANG SESUAI DENGAN KOMPETENSI

1.     Impelementasi Web Scraping untuk Pengambilan Data Produk pada Beberapa Situs Marketplace

2.     Sistem Monitoring Mesin pada Kendaraan Bermotor menggunakan IoT (Internet Of Things) berbasis Aplikasi Android

3.     Pengembangan Sistem Informasi Akademik di Perguruan Tinggi berbasis Aplikasi Web menggunakan PWA (Progressive Web App)


 

C.   PENJELASAN RISET INFORMATIKA BESERTA JENIS-JENISNYA

1.     Penjelasan Riset Informatika

Riset Informatika adalah riset yang dilakukan pada bidang informatika dengan tujuan untuk membekali para mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan untuk melaksanakan proyek penelitian Informatika. Para mahasiswa tentunya diarahkan untuk persiapan mereka mengerjakan proyek Skripsi/Tugas Akhir.

 

Mahasiswa informatika yang mengerjakan skripsi atau tugas akhir biasanya berupa pembangunan sistem informasi baik perancangan maupun pembuatan program. Memang untuk mahasiswa S1, kompetensi akhir adalah mengaplikasikan ilmu yang diperoleh ketika kuliah dalam sebuah tugas akhir. Masalahnya muncul ketika mempublikasikannya dalam sebuah jurnal yang sempat ada wacana sebagai syarat kelulusan seorang mahasiswa dimana masalah originality, novelty, dan kontribusi menjadi momok bagi para editor dalam menerima paper jenis ini. Ada baiknya kita mengurai masalah ini berdasarkan bidang ilmu informatika yang terpecah menjadi dua kutub yaitu ilmu komputer dan sistem informasi.

 

2.     Jenis-jenis Riset / Penelitian

1)    Deskriptif

Penelitian deskripsi berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta actual dan sifat populasi tertentu. Misalnya: penelitian yang dilakukan mahasiswa untuk menyusun tesis memperoleh gelar sarjana kependidikan di IKIP, biasanya adalah penelitian deskriptif, seperti penelitian mengenai kemunduran prestasi belajar siswa, kemunduran rasa tanggung jawab.

2)    Perkembangan

Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi dari waktu.

Kekhususan :

·       Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangannya selama jangka waktu tertentu. Meneliti pola-pola pertumbuhan, laju, arah, dan urutan perkembangan dalam beberapa fase.

·       Penelitian ini umumnya memakai waktu yang Panjang atau bersifat longitudinal. Dan biasa dilakukan oleh peneliti ahli dengan fasilitas cukup.

3)    Kasus dan Lapangan

Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan.

Kekhususan :

·       Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan ( unit ) secara mendalam, sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit itu. Kasus bisa terbatas pada satu orang terbatas pada satu orang saja, satu keluarga, satu daerah, satu peristiwa atau suatu kelompok terbatas lain.

·       Selain penelitian hanya pada suatu unit, ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas, dari ubahan-ubahan dan ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya, yang terpusat pada spek yang menjadi kasus. Biasanya penelitian ini dengan cara longitudinal.

4)    Korelasional

Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih. Misalnya, apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi siswa dengan prestasi anak mereka.

5)    Kausal-Komparatif

Penelitian untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki.

Kekhususan :

·       Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi (penelitian bersifat ex post facto).

·       Suatu gejala yang diamati, diusut kembali dari suatu faktor atau  beberapa faktor pada lampau.

6)    Ekspremental

Penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok-kelompok ekspremen. Kepada tiap kelompok ekspremen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat dikontrol. Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok ekspremen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. dibandingkan. Misalnya, hendak meneliti keefektifan metode-metode mengajar. Penerapan tiap metode dicobakan terhadap kelompok-kelompok coba. Pada akhir percobaan prestasi belajar tiap kelompok dievaluasi.

7)    Tindakan

Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. Misalnya, meneliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah.

8)    Bidang Ilmu

Ragam penelitian ditinjau dari bidangnya adalah : penelitian pendidikan (lebih lanjut lagi pendidikan guru, pendidikan ekonomi, pendidikan kesenian), ketekhnikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan, dan sebagainya.

9)    Rekayasa

Penelitian rekayasa (termasuk penelitian perangkat lunak) adalah penelitian yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan guna mendapatkan kinerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Rancangan tersebut merupakan sintesis unser-unsur rancangan yang dipadukan dengan metode ilmiah menjadi suatu model yang memenuhi spesifikasi tertentu. Penelitian diarahkan untuk membuktikan bahwa rancangan tersebut memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Penelitian berawal dari menentukan spesifikasi rancangan yang memenuhi dari menentukan spesifikasi rancangan yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan, memilih alternatif yang terbaik, dan membuktikan bahwa rancangan yang dipilih dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan secara efisiensi, efektif dan dengan biaya yang murah. Penelitian perangkat lunak komputer dapat digolongkan dalam penelitian rekayasa.



DAFTAR PUSTAKA

·       https://ejournal.unibba.ac.id/index.php/akurat/article/download/18/17/70

·       https://materi-paksyaf.blogspot.com/2014/12/judul-penelitian.html

·       https://rahmadya.com/2020/06/26/riset-multidisiplin/

·       https://www.scribd.com/doc/249412522/Jenis-Jenis-Penelitian-Informatika

Komentar